Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Terungkap! Kelalaian Sopir Taksi Picu Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 16 Tewas

×

Terungkap! Kelalaian Sopir Taksi Picu Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi, 16 Tewas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri mengungkap fakta baru di balik kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan kereta api antarkota di Bekasi Timur.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) secara ilmiah menunjukkan adanya indikasi kuat kelalaian pengemudi taksi listrik sebagai pemicu awal tragedi tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menyebut pengemudi tidak memperhatikan kondisi sekitar saat melintas di perlintasan sebidang.

“Pengemudi lalai tidak memperhatikan kondisi sekitar, khususnya keberadaan perlintasan kereta api tanpa palang pintu,” tegas Faizal, Kamis (30/4/2026).

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin malam (27/4/2026) di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, dalam dua kejadian beruntun:

  1. Taksi listrik mogok di perlintasan sebidang Jalan Ampera
  2. KRL rute Cikarang–Bekasi Timur menabrak kendaraan tersebut
  3. KRL berhenti mendadak di jalur
  4. KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL dari belakang

Akibat kejadian ini, sedikitnya 16 penumpang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Dikategorikan Kecelakaan Lalu Lintas

Menurut Faizal, insiden yang melibatkan taksi listrik bernomor polisi B-2864-SBX dan KRL tersebut masuk kategori kecelakaan lalu lintas jalan raya, bukan kecelakaan perkeretaapian.

Hal ini merujuk pada Pasal 110 Ayat (3) PP Nomor 72 Tahun 2009 karena kendaraan tidak mendahulukan perjalanan kereta api.

Dengan demikian, penanganan kasus berada di bawah kewenangan Satlantas Polres Bekasi Kota.

Infrastruktur Minim, Tapi Bukan Alasan

Faizal mengakui lokasi kejadian merupakan perlintasan tanpa palang pintu resmi. Hanya terdapat pengamanan sederhana berupa bambu swadaya warga.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak membebaskan pengendara dari kewajiban berhati-hati.

“Pengguna jalan tetap wajib memastikan keamanan sebelum melintas di perlintasan sebidang,” tegasnya.

Evaluasi Keselamatan Nasional

Kecelakaan ini menjadi sorotan serius dalam evaluasi sistem keselamatan transportasi nasional, terutama terkait perlintasan sebidang yang masih banyak ditemukan di Indonesia.

Minimnya fasilitas keselamatan dan rendahnya kewaspadaan pengguna jalan dinilai menjadi kombinasi fatal yang harus segera dibenahi.

“Ini menjadi catatan penting dalam evaluasi keselamatan transportasi nasional,” pungkas Faizal. (*)


Poin Utama Berita

  • TAA Korlantas Polri ungkap penyebab kecelakaan beruntun Bekasi
  • Kelalaian sopir taksi listrik jadi pemicu utama
  • Taksi mogok di rel, ditabrak KRL, lalu dihantam KA Argo Bromo
  • 16 orang tewas, 90 luka-luka
  • Insiden dikategorikan kecelakaan lalu lintas, bukan kereta api
  • Perlintasan tanpa palang pintu jadi sorotan
  • Jadi evaluasi serius keselamatan transportasi nasional